• Family Time

    Sabtu Bersama (Alm) Bapak

      “MU gak kiro teko mrene. Nek sampek mrene, Bapak budhalno koen nang Jakarta, Cung…” Saya ingat betul kata demi kata dalam kalimat bahasa Suroboyo-an di atas. Itu ucapan almarhum bapak saya yang artinya: “MU nggak mungkin datang ke sini. Kalau sampai ke sini, Bapak berangkatkan kamu ke Jakarta, Nak…” Sabtu malam itu, saya dan bapak saya sedang berdebat tentang sepak bola sambil menonton pertandingan antara Manchester United (MU) kontra Liverpool di TV. Kebetulan, kami berdua adalah penggemar Liga Inggris. Tapi klub favorit kami berbeda. Saya demen MU, sedangkan bapak saya fanatik Liverpool. Tidak hanya MU dan Liverpool yang sedang bertarung, saya dan bapak saya juga. Saya berandai-andai MU juga datang ke…

  • Reflection

    Panjang Umur itu Enak?

    “Panjang umurnya, panjang umurnya serta mulia…” Lagu itu hampir selalu kita nyanyikan saat kita merayakan hari jadi kita. Setelah itu dilanjutkan dengan berdoa agar kita selalu diberi kesehatan, rezeki, dan –lagi- panjang umur. Saat mendengar kabar seseorang meninggal di usia muda -katakanlah 40 tahun, 25 tahun, bahkan masih balita- hati kita trenyuh. Rasa sesal muncul, mengapa almarhum tidak diberi umur panjang. Tampaknya, panjang umur menjadi idaman semua manusia. Dengan memperoleh kesempatan hidup yang lebih panjang rasanya membuat hidup ini lebih berarti. Saya yakin, setiap orang ingin dianugerahi umur panjang. Tapi benarkah panjang umur adalah segalanya? Ada sebuah wacana. Beberapa tahun lalu ada orang yang diyakini tertua di dunia hasil sensus…

  • Dad's Notes,  Family Time

    Misi Besar di balik Hal Kecil

    Terkadang, kita tidak menyadari ada misi besar tersimpan di balik sebuah hal kecil. Bahkan seringkali yang terasa adalah semuanya bergulir apa adanya sebagai rangkaian rutinitas belaka. Contoh hal kecil itu adalah seperti yang saya rasakan. Dua minggu lalu anak bungsu saya membuka lembaran baru dalam hidupnya: masuk Sekolah Dasar (SD). Khusus hari pertama itu, orang tua dipersilakan menemani putra dan putri mereka bersekolah. Ya, semacam open house. Orang tua bahkan diperbolehkan masuk ruang kelas melihat kegiatan belajar-mengajar. Ini sejalan dengan himbauan resmi pemerintah yang mewajibkan orang tua menemani anak mereka pada hari pertama masuk sekolah. Demikian pula saat para siswa berkumpul di teras kelas untuk menerima pengarahan dari guru dan…

  • Reflection

    Sehat, Nikmat Paling Mahal

    Bersyukur. Satu kata bermakna ajakan yang mempunyai nilai teramat dalam. Tak tergerus masa untuk selalu didengungkan. Mengapa? Karena ia sifatnya divine, ada sangkut-pautnya dengan Tuhan. Ya, teramat banyak nikmat yang sudah dianugerahkan kepada kita oleh Allah yang Maha Penyayang. Tak perlu kita menyebut satu per satu karena kita tak akan sanggup menghitungnya. Yang harus kita lakukan adalah mensyukurinya. Kira-kira apa ya nikmat yang paling harus kita syukuri? Paling tidak yang ada relevansi langsung dengan langkah kehidupan kita hari demi hari? Bagaimana kalau HARTA? Hmm, tidak salah. Harta termasuk nikmat yang harus disyukuri. Dengan harta, kita bisa berjuang di jalan-Nya. Dengan harta, kita bisa membantu sesama. Shodaqoh, infaq, zakat, dan qurban…

  • Family Time

    Kapal Pecahku, Surgaku

    Rumahku surgaku. Siapa yang tidak suka mempunyai rumah yang selalu bersih? Semua tentu suka. Rumah dengan lantai yang bersih dan mengkilat, perabotan yang tertata rapi, dinding yang bersih dari noda, bebas semut dan kecoa, ruangan harum. Tak perlu rumah besar. Rumah tipe kecil pun jika memenuhi kondisi tadi sudah pantas dikategorikan rumahku surgaku. Itu idealnya. Apakah realitasnya memang selalu seperti itu ya? Nah, ini dia kenyataannya. Di dalam keluarga umumnya ada anak-anak, sang buah hati. Apakah keberadaan mereka selalu berbanding lurus dengan keadaan rumah yang selalu bersih? Ternyata tidak demikian. Setidaknya itu terjadi pada saya. Saya suka melihat rumah saya bersih. Meskipun punya pembantu rumah tangga, sering saya meraih sapu…

  • Uncategorized

    Bantu Anak Songsong Sekolah Baru

    Liburan sekolah usai. Tahun ajaran baru telah tiba. Bagi semua siswa, liburan kemarin adalah saat bersenang-senang setelah selama satu tahun menjalani satu level pendidikan. Bagi mereka, liburan adalah liburan. Soal tantangan di kelas atau level baru nanti, mereka belum memikirkannya. Baru setelah liburan berakhir, mereka mulai cemas dengan suasana baru yang harus dihadapi. Mulai dari perasaan takut jika tidak bisa beradaptasi dengan gedung baru, teman-teman baru, bahkan mata pelajaran baru. Juga, perasaan kuatir tidak akan mendapatkan teman-teman yang kompak seperti di kelasnya dahulu. Sebagai orang tua, kita senantiasa harus membimbing anak-anak kita yang tengah mengalami masa-masa transisi dengan sabar dan penuh dukungan. Kita bisa mendukung buah hati kita dengan langkah yang tepat. 1. Ikutilah tur yang diadakan sekolah Tur bermanfaat untuk mengenal seluk-beluk sekolah sebelum tahun ajaran dimulai. Ajak serta anak supaya dia bisa berjumpa dengan guru-guru, mendengarkan penjelasan tentang kegiatan belajar, dan belajar karakter sekolah. Setidaknya, anak tidak kesulitan menemukan ruang loker, perpustakaan, atau kantin. 2. Jumpai guru pembimbing Sebagian besar sekolah menyediakan konselor atau guru pembimbing untuk setiap siswa, yang membantu mengamati perkembangan siswa sejak memasuki tahun ajaran sekolah dan berperan sebagai mentor, pemecah masalah, dan penasihat hukum. 3. Bantu anak meredam kecemasan Perasaan cemas sangat wajar apabila anak akan beranjak ke suatu babak kehidupan baru. Pastikan kita mengawasi asupan gizinya, tidak terlambat makan, olah raga teratur, dan cukup tidur. Kita juga bisa mengajaknya bersama-sama menarik napas dalam-dalam dan membuangnya secara perlahan. Simple but so meaningful indeed. 4. Mengingatkan pencapaian Berikan anak motivasi untuk meluapkan pendapatnya tentang cita-cita dan harapan yang ingin diraih dari bangku sekolah. Jangan terkesan menginterogasi dan berikan saran hanya jika anak menanyakannya. Tugas kita hanyalah mendengarkannya sampai anak menyadari pentingnya proses transisi. 5. Bantu anak bersosialisasi Jika anak mengatakan bahwa dirinya tidak punya teman, mari bantu dia menemukan cara terbaik untuk mendekatkan diri kepada teman-teman kelasnya. Misalnya dimulai dengan mengajak salah satu temannya untuk bermain bola basket bersama di akhir pekan. Semoga bermanfaat… Sumber: Best Life Indonesia Juni 2013

  • Dad's Notes

    Mudik Buat Apa Sih?

    Selamat Idul Fitri ‘tuk teman-teman semua. Mohon maaf lahir dan batin. Sori saya baru mengucapkannya sekarang. Itu karena pekan lalu waktu saya tersita habis untuk mudik ke kampung halaman mertua saya di Magetan, Jawa Timur. Kegiatan blogging pun terpaksa saya liburkan selama saya berada di desa. Seperti kebanyakan anggota masyarakat yang merayakan Lebaran, saya pun turut serta dalam suasana hiruk-pikuk mudik. Suasana yang saya inginkan, mengingat dahulu saya tidak pernah merasakan mudik. Mengapa? Karena saya asli ‘orang kota’ yang tak punya ‘desa’. Nah, setelah saya menikah dengan orang yang punya ‘desa’, kini saya jadi bisa merasakan mudik. Setelah bisa merasakan sendiri seperti apa mudik itu, saya kini tahu suka dukanya.…

  • Reflection

    Demam Sepak Bola dan Introspeksi

    Waktu terasa begitu cepat berlari. Tak terasa, Piala Eropa edisi 2016 akan segera berakhir dalam hitungan hari. Padahal pergelaran Piala Eropa yang lalu-lalu masih segar dalam ingatan. Bagi penggemar bola seperti saya –dan tentu juga semua bolamania-, pergelaran Piala Eropa sangat dinantikan, selain Piala Dunia. Perhelatan pesta sepak bola terbesar di Eropa yang demamnya dirasakan oleh seluruh dunia itu tak ubahnya sebuah rekreasi, liburan, dan hiburan menyenangkan dan murah meriah. Satu hal yang jelas, apa yang dirasakan para penggemar bola cuma satu, yaitu euforia dan demam sepak bola yang luar biasa. Menikmati atmosfer pertandingan, aksi pemain-pemain top, aksi para fans dengan segala atributnya, pernak-pernik merchandise yang menggemaskan, bahkan desain kostum…

  • Dad's Notes

    Demi Waktu, Segerakanlah

    Dari waktu, lahirlah kehidupan. Dari waktu, seseorang dibekap kerugian. Dari waktu pula, berseliweran antara kemapanan dan kemalangan. Karena itu, waktu ibarat sebilah pedang. Ia bisa menyebabkan kematian. Di saat yang lain, ia bisa memberi banyak hal. Berikut sharing dari Ust. Arifin Ilham, semoga bisa bermanfaat bagi saya dan siapa pun yang membutuhkannya. Sungguh beruntung mereka yang bisa menjadikan waktunya selalu lebih baik dari waktu-waktu sebelumnya. Jadi, sangat baik apabila kita mengisi lembar hidup kita yang masih tersisa dengan amal-amal terbaik. Waktu yang telah berlalu tak mungkin kembali. Pun, waktu yang akan datang tak mungkin ditahan. Untuk itu, kita mesti segera melakukan amalan berikut, tanpa ada niat menundanya. Taubat Tidak ada…

  • Dad's Notes

    Menghitung Zakat Profesi

    Zakat penghasilan atau zakat profesi (al-maal al-mustafad) adalah zakat yang dikenakan pada setiap pekerjaan atau keahlian profesional tertentu, baik yang dilakukan sendirian maupun bersama dengan orang atau lembaga lain, yang mendatangkan penghasilan (uang) halal yang memenuhi nisab (batas minimum untuk wajib zakat) dan telah mencapai masa satu tahun (haul). Contohnya adalah pejabat, pegawai negeri atau swasta, dokter, konsultan, advokat, dosen, makelar, seniman, dan sejenisnya. Ketentuannya adalah sebagai berikut: Mencapai nisab, setara dengan 85 gr emas atau 520 kg beras (misal harga emas per gram adalah Rp 325.000, maka nisabnya adalah 85 gr x Rp 325.000 = Rp 27.625.000) Kadar zakatnya 2,5 persen Dibayarkan setiap kali menerima penghasilan (gaji) atau di…