• Dad's Notes

    Menghitung Zakat Profesi

    Zakat penghasilan atau zakat profesi (al-maal al-mustafad) adalah zakat yang dikenakan pada setiap pekerjaan atau keahlian profesional tertentu, baik yang dilakukan sendirian maupun bersama dengan orang atau lembaga lain, yang mendatangkan penghasilan (uang) halal yang memenuhi nisab (batas minimum untuk wajib zakat) dan telah mencapai masa satu tahun (haul). Contohnya adalah pejabat, pegawai negeri atau swasta, dokter, konsultan, advokat, dosen, makelar, seniman, dan sejenisnya. Ketentuannya adalah sebagai berikut: Mencapai nisab, setara dengan 85 gr emas atau 520 kg beras (misal harga emas per gram adalah Rp 325.000, maka nisabnya adalah 85 gr x Rp 325.000 = Rp 27.625.000) Kadar zakatnya 2,5 persen Dibayarkan setiap kali menerima penghasilan (gaji) atau di…

  • Dad's Notes

    Menyikapi Euforia THR

    Puasa Ramadan sudah berjalan setengah bulan. Lebaran tinggal dua minggu lagi. Artinya, banyak di antara kita sudah menerima tunjangan hari raya (THR). Termasuk saya. Menjelang lebaran, THR memang menjadi hal yang paling dinanti oleh masyarakat kita. THR bagaikan pelengkap sempurna dalam memungkasi perjalanan ramadan selama sebulan penuh. Semua bersuka cita. Di saat pertengahan Ramadan dianggap sudah mulai menyurutkan stamina, kehadiran THR dirasa menjadi seteguk air segar yang kembali membuat bersemangat dalam berpuasa (Wah, semangat puasa kok diukur dari THR ya?) Coba lihat iklan sirup yang sering ditayangkan di televisi beberapa waktu lalu. Para pegawai restoran begitu ceria usai menerima uang THR mereka. ”THR, mudik… THR, mudik…” Memang itulah potret kita…

  • Dad's Notes

    Memperbaiki Ramadan

    Alhamdulillah, saya masih diberi kesempatan menyambut lagi bulan Ramadan, di tahun ini. Namun terus terang, Ramadan demi Ramadan yang telah saya lalui selama ini belum pernah menjadi Ramadan yang ‘sempurna’ bagi saya. Godaan masih sering menjadi ‘pemenang’ dibandingkan niat saya menimba kebaikan yang sebanyak-banyaknya di bulan yang sangat mulia ini. Terdorong semangat memperbaiki Ramadan saya di tahun ini, saya pun mencoba ‘mencari petunjuk’ untuk itu. Alhamdulillah, dari sebuah buku panduan Ramadan yang diterbitkan oleh sebuah lembaga amil zakat nasional, saya menemukan beberapa kiat sukses Ramadan. Kiat-kiat yang simpel, tapi belum tentu simpel pada praktiknya. Daripada saya simpan sendiri, lebih baik saya share saja di blog saya ini. Bagi anda yang…

  • Dad's Notes

    Dua Generasi, Zaman Berubah

    Saya teringat masa bertahun-tahun yang lalu saat saya sedang menonton televisi bersama almarhum bapak saya. Saat itu kami sedang menonton acara olah raga yang dipandu oleh rapper Iwa K. Melihat gaya Iwa K, bapak saya protes. “Apa-apaan itu. Coba lihat, membawakan acara kok petingkrangan (gaya sesuka hati). Kaki pake naik sofa segala,” begitu kata bapak saya. Saya pikir wajar kalau bapak saya protes. Yang beliau tahu, seorang host sebuah acara di televisi selalu berpenampilan formal dan parlente, dengan attitude yang dijaga. Contohnya: Koes Hendratmo, Kris Biantoro, Kang Aom, dan sebagainya. Hmm, TVRI banget ya 🙂 Tapi kini, para host di acara televisi maupun off-air didominasi anak-anak muda yang bergaya enerjik,…

  • Dad's Notes

    Peran Ayah dalam Pertumbuhan Anak

    Banyak yang mengatakan seorang ibu mempunyai ikatan batin yang kuat dengan anaknya. Saya pikir itu memang benar. Anak pernah bersemayam dalam rahim ibunya sebelum dilahirkan ke dunia. Dari situlah muncul ikatan batin di antara keduanya. Lalu bagaimana dengan ayah sebagai ‘pihak eksternal’? Para ayah tak perlu kuatir. Ayah juga berperan penting dalam pertumbuhan anak. Ikatan emosional antara ayah dan anak sangat besar pengaruhnya bagi kecerdasan emosional anak yang akan dibawanya hingga dewasa kelak. Untuk itu perlu dibangun INTERAKSI antara ayah dan anak yang sudah bisa dimulai sejak tahap yang paling dini, yaitu saat sang anak masih berada di alam arwah. Bagaimana cara ayah menjalin dan mempererat ikatan emosional dengan anak…

  • Dad's Notes

    Kembali ke Titik Nol

    Seperti judul bukunya Mas Saptuari yang terkenal dan berefek luar biasa itu ya? Tapi saya tidak hendak membahas buku yang saya sendiri sangat suka membacanya itu. Yang saya maksud di sini adalah tentang aktifitas blogging saya yang kembali ke titik nol. Ya, saya kini kembali lagi ke dunia blogging. Mulai lagi dari awal. Sebelumnya, saya telah melewati masa enam tahun dalam ber-blogging ria. Banyak rasa manis yang saya teguk, seperti mendapat ‘hadiah’ page rank 3 dari Google dan menduduki ranking 300.000 di Alexa. Lebih dari itu, banyak teman baru sesama blogger yang saya dapatkan dari sana. Bahkan, beberapa di antara mereka menjadi kawan baik saya di dunia nyata. Tapi, seperti…