• Uncategorized

    Bantu Anak Songsong Sekolah Baru

    Liburan sekolah usai. Tahun ajaran baru telah tiba. Bagi semua siswa, liburan kemarin adalah saat bersenang-senang setelah selama satu tahun menjalani satu level pendidikan. Bagi mereka, liburan adalah liburan. Soal tantangan di kelas atau level baru nanti, mereka belum memikirkannya. Baru setelah liburan berakhir, mereka mulai cemas dengan suasana baru yang harus dihadapi. Mulai dari perasaan takut jika tidak bisa beradaptasi dengan gedung baru, teman-teman baru, bahkan mata pelajaran baru. Juga, perasaan kuatir tidak akan mendapatkan teman-teman yang kompak seperti di kelasnya dahulu. Sebagai orang tua, kita senantiasa harus membimbing anak-anak kita yang tengah mengalami masa-masa transisi dengan sabar dan penuh dukungan. Kita bisa mendukung buah hati kita dengan langkah yang tepat. 1. Ikutilah tur yang diadakan sekolah Tur bermanfaat untuk mengenal seluk-beluk sekolah sebelum tahun ajaran dimulai. Ajak serta anak supaya dia bisa berjumpa dengan guru-guru, mendengarkan penjelasan tentang kegiatan belajar, dan belajar karakter sekolah. Setidaknya, anak tidak kesulitan menemukan ruang loker, perpustakaan, atau kantin. 2. Jumpai guru pembimbing Sebagian besar sekolah menyediakan konselor atau guru pembimbing untuk setiap siswa, yang membantu mengamati perkembangan siswa sejak memasuki tahun ajaran sekolah dan berperan sebagai mentor, pemecah masalah, dan penasihat hukum. 3. Bantu anak meredam kecemasan Perasaan cemas sangat wajar apabila anak akan beranjak ke suatu babak kehidupan baru. Pastikan kita mengawasi asupan gizinya, tidak terlambat makan, olah raga teratur, dan cukup tidur. Kita juga bisa mengajaknya bersama-sama menarik napas dalam-dalam dan membuangnya secara perlahan. Simple but so meaningful indeed. 4. Mengingatkan pencapaian Berikan anak motivasi untuk meluapkan pendapatnya tentang cita-cita dan harapan yang ingin diraih dari bangku sekolah. Jangan terkesan menginterogasi dan berikan saran hanya jika anak menanyakannya. Tugas kita hanyalah mendengarkannya sampai anak menyadari pentingnya proses transisi. 5. Bantu anak bersosialisasi Jika anak mengatakan bahwa dirinya tidak punya teman, mari bantu dia menemukan cara terbaik untuk mendekatkan diri kepada teman-teman kelasnya. Misalnya dimulai dengan mengajak salah satu temannya untuk bermain bola basket bersama di akhir pekan. Semoga bermanfaat… Sumber: Best Life Indonesia Juni 2013

  • Uncategorized

    Peran Ayah dalam Pertumbuhan Anak

    Banyak yang mengatakan seorang ibu mempunyai ikatan batin yang kuat dengan anaknya. Saya pikir itu memang benar. Anak pernah bersemayam dalam rahim ibunya sebelum dilahirkan ke dunia. Dari situlah muncul ikatan batin di antara keduanya. Lalu bagaimana dengan ayah sebagai ‘pihak eksternal’? Para ayah tak perlu kuatir. Ayah juga berperan penting dalam pertumbuhan anak. Ikatan emosional antara ayah dan anak sangat besar pengaruhnya bagi kecerdasan emosional anak yang akan dibawanya hingga dewasa kelak. Untuk itu perlu dibangun INTERAKSI antara ayah dan anak yang sudah bisa dimulai sejak tahap yang paling dini, yaitu saat sang anak masih berada di alam arwah. Bagaimana cara ayah menjalin dan mempererat ikatan emosional dengan anak…