Family Time

Gambar untuk Ayah

“Ayah… Ini buat Ayah. Aku mau kasih ini ke Ayah kemarin malam, tapi Ayah belum pulang. Jadi aku tinggal tidur…”

Itu adalah ucapan Attar, anak kedua saya, saat ia hendak berangkat ke sekolah dan saya hendak berangkat kerja, kemarin pagi. Seolah tak ingin kehilangan kesempatan, ia menyodorkan selembar kertas, seperti tampak pada gambar di atas.

Itu adalah gambar hasil karyanya. Gambar khas buatan anak TK. Tak ada yang istimewa sebetulnya. Tapi kalimat singkat yang ada di bagian atas kertas itu langsung menyedot perhatian saya: ”Untuk Ayah”.

”Gambar ini buat Ayah?” Spontan saya bertanya.
”Iya, aku gambar itu buat Ayah,” jawabnya.

Tingkah polos bocah hampir 6 tahun itu langsung membuat mata saya berkaca-kaca. Saya lalu memeluknya sambil berucap, ”Makasih, Sayang. Ayah senang sekali.” Senyum manis pun mengembang di wajahnya.

Saya akui, hampir sebulan belakangan kesibukan saya di kantor meningkat drastis, seiring tugas baru yang harus saya emban. Meskipun begitu, saya tetap menyempatkan diri bercengkerama dengan keluarga. Biarlah kuantitas tak begitu baik. Tapi kualitas yang harus dikejar. Weekend menjadi waktu wajib untuk berkumpul bersama keluarga.

Bagaimanapun, hadiah gambar dari Attar seolah mengingatkan saya untuk tidak alpa memberikan perhatian kepada seluruh anggota keluarga. Atau, bisa jadi, Attar ingin menunjukkan kalau hobinya mencoret-coret seluruh dinding di dalam rumah sejak ia balita kini telah berbuah hasil karya yang lebih berbentuk ^_^

Gambar hasil karya Attar itu saya bawa ke kantor dan saya pandangi saat pikiran mulai penat di kantor, sepanjang hari kemarin.

A husband. A dad. A bank worker. Loves to share in writing about the art of being a dad for the kids.

4 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: