Reflection

Jangan Salahkan Anak, Jika Mereka Tidak Saleh

Anak adalah investasi orang tua untuk dunia dan akhirat. Mari kenali kesalahan-kesalahan orang tua dalam mendidik anak yang berakibat fatal terhadap perkembangan anak. Ini adalah sharing dari Rahman Arif, trainer Indonesian Family Inspiration.

Menumbuhkan Rasa Takut dan Minder

Agar anak berhenti menangis atau tidak rewel, kita sering menakut-nakuti mereka agar berhenti menangis. Kita takuti mereka dengan gambaran hantu, jin, suara menakutkan, dan sebagainya. Dampaknya, anak akan tumbuh menjadi anak yang penakut, tidak percaya diri, dan tidak mandiri. Akhirnya, mereka selalu minta ditemani dan enggan jauh dari orang tua. Entah ke kamar mandi, ke sekolah, atau ke tempat tidur. Padahal hal-hal itu bisa mereka kerjakan sendiri.

Membiasakan Anak Bergaya Hidup Mewah

Kebiasaan ini membuat anak tumbuh menjadi pribadi yang hedonis dan asosial. Di sekeliling kita, jamak kita jumpai anak begitu dimanjakan dengan berbagai fasilitas yang rawan membuat mereka tumbuh menjadi pribadi yang tidak mempunyai daya juang. Mereka tidak diajari bagaimana berusaha mencapai sebuah tujuan melalui perjuangan.

Selalu Mengiyakan Permintaan Anak

Orang tua kerap melakukan ini dengan alasan untuk mengatasi kerewelan anak, merasa kasihan, atau merasa sanggup memenuhi permintaan anak. Ini adalah salah satu kesalahan fatal orang tua dalam pengasuhan anak. Anak yang selalu ditenangkan dengan pemenuhan kemauannya akhirnya akan menjadikan tangisan dan rengekan sebagai senjata ampuh untuk menaklukkan orang tua. Dan jika orang tua selalu menurutinya, bersiaplah menghadapi kenyataan anak menjadi lemah, cengeng, dan tidak punya jati diri kelak.

Lebih Memerhatikan Kebutuhan Jasmaninya

Banyak orang tua mengira telah memberikan yang terbaik untuk anak mereka, dengan memenuhi hajat hidup dunianya. Mereka lupa bahwa anak-anak juga memerlukan ’nutrisi’ untuk batinnya. Mereka baru sadar ketika anak mempunyai ’orang tua tandingan’, yaitu televisi, babysitter, anak-anak jalanan, atau yang lain.

Mereka baru sadar ketika anak lebih penurut dan patuh kepada babysitter daripada orang tua sendiri. Untuk itu, di sela-sela kesibukan, luangkanlah waktu untuk anak. Inputlah data-data positif untuk mereka.

Jadi? Ya, pilihan ada di tangan kita, para orang tua. Mari berikan yang terbaik ’tuk mereka. Suatu saat kelak, kita akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang telah diamanatkan Allah kepada kita sebagai orang tua.

A husband. A dad. A bank worker. Loves to share in writing about the art of being a dad for the kids.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: