Kejutan untuk Ayah

Posted by

“Ini surprise buat Ayah..”

Sambutan itu saya dapatkan dari Rasha, anak sulung saya, saat saya pulang dari kantor beberapa hari lalu. Disodorkannya sebuah bingkisan pipih persegi panjang dibungkus kertas kado warna kuning.

“Wow, buat Ayah nih? Makasih ya Sayang..” balas saya sambil mencium pipinya. Buah hati saya itu pun tampak senang melihat ayahnya menerima bingkisan kejutannya dengan bahagia. Ya, bahagia itu memang sederhana. Mendapatkan perhatian dari sang buah hati bahagianya sampai ke ulu hati.

Karena hari telah beranjak malam dan saya juga merasa cukup lelah setelah seharian berkutat dengan urusan kerja, maka saya putuskan menyimpan bingkisan itu di tas untuk saya buka esok harinya di kantor.

I really felt surprised

Pada saat jam istirahat di kantor keesokan harinya, saya keluarkan bingkisan yang Rasha hadiahkan semalam. Saya tersenyum melihat coretan yang ada di bungkus kuningnya. Tulisannya: “Untuk Ayah”. Ada juga “Dad Dad Dad” mengelilingi gambar bunga di kertas kado. Ada juga: “I love you Daddy. You are my hiro (maksudnya hero :D).”

20160830_140114

Saya lalu menerka-nerka, kira-kira apa ya isinya. Kakak –demikian biasanya Rasha dipanggil- beberapa kali memberikan sesuatu untuk saya. Biasanya berupa gambar atau ‘puisi’ hasil karya tangannya. Ada juga surat yang berisi ungkapan keinginannya untuk dibelikan sesuatu. Ditulis di surat karena takut melihat reaksi Ayah yang mungkin tidak setuju terhadap permintaannya jika disampaikan langsung.

Tapi yang satu ini berbeda. Bentuknya mirip buku. Saya pun tidak berpikir isinya buku. Rasanya tidak mungkin Kakak memberikan saya sebuah buku. Sejurus kemudian, saya buka bungkus kertas kadonya. Dan, isinya… memang buku!

20160830_141008

Saya terkejut. Apalagi setelah tahu buku apa yang Kakak berikan. Buku berjudul “Ada Cinta di Dada Ayah” karangan Suhadi Fadjaray, konsultan pendidikan dan parenting. Seketika, saya menjadi emosional dan terharu.

Kok bisa? Memang ada cerita tersendiri dengan buku itu. Beberapa bulan lalu saya membeli buku itu karena tertarik setelah Pak Suhadi memberikan ceramah dan sharing mengenai parenting di kantor saya. Beliau memang kerap diundang berbagai instansi untuk memberikan ilmu tentang parenting. Ya, sebagai manifestasi work and life balance, begitu kira-kira.

Buku itu saya pamerkan ke Kakak. Dia tampak terkesan dengan judulnya. Seperti ada chemistry. Sayangnya, baru beberapa halaman saya baca, buku itu hilang entah ke mana. Mungkin saja ketlisut di dalam rumah, namun tak kunjung ketemu. Saya pun beberapa kali mengeluhkan hilangnya buku itu di depan Kakak. Nah, hal itu yang tampaknya menginspirasinya untuk membelikan buku yang sama untuk saya baca.

Yang saya heran, dari mana dia memperoleh uang untuk membeli buku seharga 40 ribuan itu. Usut punya usut ternyata uang itu diperolehnya dari kakek dan neneknya (mertua saya) yang minggu sebelumnya berkunjung ke rumah. Luar biasa, Kakak rela menyisihkan uang pemberian kakek dan nenek dengan nominal yang cukup besar untuk ukuran anak seusia dia, demi menyenangkan hati ayahnya.

Terima kasih ya Kak.. Ayah akan baca buku itu sampai habis agar Ayah mendapatkan ilmu bermanfaat yang akan Ayah terapkan untuk mengasuh dirimu dan adikmu dengan baik dan benar.

English version

2 comments

  1. I’m intrigued to know just what site platform you’re utilizing? I’m experiencing several minor security challenges with my most recent site regarding shareit lenovo and I’d love to find a thing much more secure. Are there any alternatives?

Leave a Reply

Your email address will not be published.