Dad's Notes

Memperbaiki Ramadan

Alhamdulillah, saya masih diberi kesempatan menyambut lagi bulan Ramadan, di tahun ini. Namun terus terang, Ramadan demi Ramadan yang telah saya lalui selama ini belum pernah menjadi Ramadan yang ‘sempurna’ bagi saya. Godaan masih sering menjadi ‘pemenang’ dibandingkan niat saya menimba kebaikan yang sebanyak-banyaknya di bulan yang sangat mulia ini.

Terdorong semangat memperbaiki Ramadan saya di tahun ini, saya pun mencoba ‘mencari petunjuk’ untuk itu. Alhamdulillah, dari sebuah buku panduan Ramadan yang diterbitkan oleh sebuah lembaga amil zakat nasional, saya menemukan beberapa kiat sukses Ramadan. Kiat-kiat yang simpel, tapi belum tentu simpel pada praktiknya. Daripada saya simpan sendiri, lebih baik saya share saja di blog saya ini. Bagi anda yang selama ini sudah sukses menjalankannya, silakan bersyukur. Bagi yang belum, seperti saya, semoga bisa menjadi awal yang baik 🙂

Luruskan niat
Niat merupakan amalan hati yang tak seorang pun mengetahui secara pasti, kecuali Allah dan dirinya sendiri. Niat memotivasi seseorang untuk berbuat sesuatu dan sekaligus menentukan nilai sebuah amal dan perbuatan seseorang. Rasulullah ‘menyindir’ dalam sebuah hadist: “Banyak orang berpuasa tetapi tidak mendapat bagian apapun dari puasanya, melainkan lapar dan dahaga saja.” (H.R. Nasa’i dan Ibnu Majah)

Buat target dan rencana program Ramadan
Ramadan adalah momen yang tepat untuk meningkatkan amaliah kita, baik secara kuantitas maupun kualitas. Jadi, kita perlu menentukan target-target agar Ramadan kali ini menjadi lebih baik di sisi Allah. Perogram prioritas perlu disusun untuk menutupi kekurangan yang selama ini kita lakukan.

Cari lingkungan yang mendukung
Agar tujuan ibadah Ramadhan tercapai, kita harus pandai mencari lingkungan yang mendukung diri dan hati kita dan menjaganya dari hal-hal yang membatalkan puasa. Daripada nongkrong tidak jelas, lebih baik kita beriktikaf di masjid atau menghadiri majelis taklim.

Lakukan muhasabah (evaluasi) setiap hari
Setelah merancang program dan target di bulan Ramadan, selanjutnya adalah evaluasi. Kita dapat mengetahui apakah pencapaian target beribadah di bulan Ramadan ini sudah sesuai dengan yang kita inginkan. Jika sudah, mari bersyukur kepada Allah karena semua itu semata-mata karena karunia dan hidayah-Nya. Jika belum, beristighfar adalah hal mutlak, sambil memohon kepada Allah supaya kita diberi kekuatan.

Perbanyak ibadah sunnah dan kurangi aktifitas duniawi
Diriwayatkan dari Aisyah r.a., bahwa menjelang Ramadan datang berubahlah rona muka Rasulullah. Beliau akan menambah jumlah rakaat shalatnya (sunnah), bertambah tawaddu’ (merendahkan diri) dalam doa-doanya, dan beliau lebih menampakkan rasa takutnya kepada Allah.

Tips yang sederhana ya? Semoga kita bisa memperbaiki kualitas ibadah Ramadan kita, dimulai dari tahun ini. Saya ucapkan selamat menjalani Ramadan 1437 H.

A husband. A dad. A bank worker. Loves to share in writing about the art of being a dad for the kids.

One Comment

  • yeezy boost

    I would like to express some thanks to this writer for bailing me out of this particular difficulty. After exploring through the online world and finding advice that were not beneficial, I was thinking my entire life was done. Living without the approaches to the difficulties you’ve fixed by means of your guide is a critical case, as well as those which could have in a wrong way affected my entire career if I had not discovered your web site. Your own knowledge and kindness in taking care of all things was excellent. I don’t know what I would’ve done if I hadn’t discovered such a stuff like this. It’s possible to at this point look ahead to my future. Thanks for your time very much for your expert and sensible guide. I won’t hesitate to propose your blog post to anyone who needs to have support on this topic.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: