Dad's Notes,  Family Time

Misi Besar di balik Hal Kecil

Terkadang, kita tidak menyadari ada misi besar tersimpan di balik sebuah hal kecil. Bahkan seringkali yang terasa adalah semuanya bergulir apa adanya sebagai rangkaian rutinitas belaka.

Contoh hal kecil itu adalah seperti yang saya rasakan. Dua minggu lalu anak bungsu saya membuka lembaran baru dalam hidupnya: masuk Sekolah Dasar (SD). Khusus hari pertama itu, orang tua dipersilakan menemani putra dan putri mereka bersekolah. Ya, semacam open house. Orang tua bahkan diperbolehkan masuk ruang kelas melihat kegiatan belajar-mengajar. Ini sejalan dengan himbauan resmi pemerintah yang mewajibkan orang tua menemani anak mereka pada hari pertama masuk sekolah.

Demikian pula saat para siswa berkumpul di teras kelas untuk menerima pengarahan dari guru dan melaksanakan serangkaian educational game. Saya dan para orang tua lain berdiri mengelilingi para buah hati yang tengah beraktivitas itu.

Saya geli melihat tingkah polah mereka. Meskipun sudah berbaju putih –merah, namun sikap dan perilaku mereka masih seperti siswa TK. Ya maklum sih, itu kan hari pertama mereka menjadi siswa SD. Tak pelak, kelucuan dan kekonyolan sering terjadi. Bahkan, ada beberapa siswa laki-laki yang menangis saat diminta berbaris, dan menggelayuti baju ibu mereka.

Senyum geli saya mendadak terhenti. Saya pun merasakan raut muka saya menjadi kaku dan serius. Karena, saat saya sedang mengamati anak-anak yang tengah bermain sambil belajar itu, pikiran saya tiba-tiba melompat kira-kira ke sepuluh atau dua puluh tahun ke depan. Ya, saya jadi bertanya-tanya dalam hati, “Akan menjadi seperti apa ya anak-anak ini bertahun-tahun setelah ini?”

Ya, pemandangan saat mereka polos dan suci di hari pertama mereka masuk SD pasti tidak akan sama di sepuluh atau dua puluh tahun lagi. Saya jadi merinding. Spontan saya mengucap semoga anak-anak itu, termasuk anak saya sendiri tentunya, akan tumbuh menjadi anak yang cerdas dan berakhlak mulia.

Saya pun menyadari betapa mulia dan betapa berat tugas para guru yang tengah sibuk membimbing para siswa itu. Di pundak mereka lah kepercayaan para orang tua siswa diemban untuk menjadikan buah hati kami orang yang berguna kelak.

Dan rasanya tidak berlebihan jika saya merasa bahwa kehadiran saya di hari pertama anak saya masuk SD itu menjadi saksi ‘tonggak sejarah’ yang sangat penting yang akan terjawab di tahun-tahun mendatang.

A husband. A dad. A bank worker. Loves to share in writing about the art of being a dad for the kids.

One Comment

  • Tips dan Cara

    Memang hari pertama sekolah adalah momen yang sangat bersejarah buat anak kita. Saya pun ketika itu rela bolos kerja demi menemani anak di hari pertama SD, karena Saya tidak ingin melewatkan momen berharga tersebut. Nice story 🙂

    – Ivan Runa-

Leave a Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: