Run for Your Life, Nak

Posted by

Ini adalah cerita –atau tepatnya curhat- tentang anak sulung saya, Rashaqa. Akhir tahun ini insya Allah dia berusia 10 tahun. Tak terasa dia tumbuh menjadi gadis yang aktif. Rasanya seperti baru kemarin saat Rasha masih berada di dalam rahim bundanya. Saat dia masih berada di alam arwah, setiap momen perkembangannya tak sekali pun luput dari perhatian saya.

Mulai dari saat masih berwujud noktah kecil sebesar 5 mm yang belum tertanam kuat di dinding rahim, lalu berwujud benda melengkung seperti kacang mente, kemudian menjadi seperti boneka aneh, hingga dia hadir ke alam dunia ini sebagai ‘manusia sempurna’.

Anda pasti tahu bagaimana rasanya melihat setiap jengkal fase itu? MENAKJUBKAN…

Malam itu saya menjaga istri di rumah sakit dengan rasa lega dan bahagia. Plong sudah rasanya telah melewati saat paling mendebarkan itu. Kami pun tidur dengan senyum tersungging di bibir.

Pagi tiba. Tidak sabar segera bertemu dengan bayi kami. Seorang suster masuk ke kamar. Dia menyampaikan kabar yang sama sekali tak ingin kami dengar. Bayi kami mengalami masalah dengan sistem pencernaannya. Setiap susu yang diminum selalu dimuntahkan kembali. Berarti, sejak lahir kemarin siang dia tidak memperoleh asupan yang cukup. Seketika, keceriaan kami berubah menjadi kegalauan dan kecemasan. Memang Rasha lahir tiga minggu lebih cepat dari yang diperkirakan. Mungkin karena itulah organ pencernaannya belum berfungsi dengan baik.

Dokter mengatakan ada kemungkinan perutnya harus dibedah. Bayi kami pun harus dipisahkan dari kami untuk menjalani serangkaian tindakan medis. Selama seminggu bayi Rasha harus tinggal di ruang NICU. Kami pun pulang ke rumah dengan perasaan berat dan mengganjal di dada. Membayangkan bagaimana bayi mungil kami yang seberat 2,5 kg itu seandainya benar-benar harus dioperasi. Kami tak bisa berbuat apa-apa kecuali berdoa. Saya merasakan Rasha sudah harus berjuang sendiri menghindari penyakit yang tak diinginkan demi kesembuhan dan keselamatannya. She had to run for her life.

Rasha berusia delapan bulan. Kami bersiap mengirim Rasha ke rumah sakit lagi. Kali ini untuk membuang benjolan kecil yang ada di ujung ibu jari tangan kanannya yang sudah ada sejak lahir. Menurut dokter, itu adalah polydactili dan tidak berbahaya. Namun kami pikir itu kurang sedap dipandang. Kami kuatir Rasha merasa tidak pede saat besar nanti. Untuk itulah kami mengambil keputusan untuk mengangkat benjolan itu. Mumpung Rasha masih kecil, belum rewel. Si batita Rasha pun naik meja operasi. Lagi-lagi tak ada yang bisa kami perbuat. Hanya berdoa dan pasrah. Kembali Rasha harus berjuang sendiri untuk keselamatannya. Run for your life, my dear

Menjelang sepuluh tahun. Rasha kini menuju kelas 4 SD, tumbuh sehat dan, alhamdulillah, jarang sakit. Badannya tumbuh melebihi anak seumurannya. Banyak yang mengira Rasha sudah duduk di bangku SMP. Begitu tahu sikapnya yang masih ‘kekanak-kanakan’, orang baru paham, “Oh ternyata masih kecil toh, badannya aja yang besar.”

Setiap hari Rasha lebih banyak menghabiskan waktunya bersama Attar, adiknya, dan pembantu kami. Ayah dan bundanya kalau pulang kerja selalu malam. Seringkali ketika kami tiba di rumah Rasha dan Attar SUDAH bobok. Tak jarang pula saat pagi hendak berangkat kerja mereka MASIH bobok. Tapi kami beruntung, Rasha dan Attar juga dekat dekat dengan orang tuanya ini, baik secara fisik maupun emosional. Sehingga mereka tak sampai memanggil kami Om dan Tante, fiuhh..

Tapi Anda jangan salah. Bukannya saya merasa santai melihat situasi seperti ini. Saya selalu kepikiran karena anak-anak tidak diasuh langsung oleh kami, orang tuanya. Memang pembantu kami orangnya baik, tapi bagaimanapun mereka adalah orang lain. Itu artinya, anak-anak kami kembali harus berjuang untuk diri mereka sendiri. Run for your life, Nak. Sisi baiknya, mereka terbiasa mandiri. Saat saya atau istri saya harus pergi waktu weekend untuk kerja overtime, pelatihan, atau outbound misalnya, mereka tenang-tenang saja. Hmm saya harus 🙂 atau 🙁 ya…

It seems Rasha and her brother have to keep running for their lives at all time. Bukan lari menghindari masalah, tapi berjuang demi kebaikanmu. Tantangan baru sudah membentang di depan. Tumbuhlah anak-anakku…

(Visited 2 times, 1 visits today)

3 comments

  1. Thank you so much for providing individuals with a very pleasant opportunity to read in detail from here. It can be so pleasant plus jam-packed with fun for me and my office peers to visit your website nearly thrice every week to read through the latest things you will have. And of course, I’m so always astounded considering the superb solutions you serve. Selected 2 points on this page are easily the best I’ve had.

  2. Thanks a lot for giving everyone an extremely splendid chance to read articles and blog posts from here. It’s always very kind and as well , stuffed with a good time for me personally and my office peers to visit your blog at the very least three times a week to learn the newest secrets you have. Not to mention, I am always impressed for the fabulous opinions served by you. Selected 4 ideas in this article are particularly the most beneficial we’ve ever had.

Leave a Reply

Your email address will not be published.