• Dad's Notes

    Internet di bawah Kendali Anak-anak

    Zaman berubah. Sejak internet mulai dikenal masyarakat secara luas pada akhir 1990-an, akselerasinya semakin ke mana-mana, tak terbendung. Kini, jangan ditanya lagi. Dinamika dan detail perkembangan internet sudah merasuk ke setiap sendi kehidupan masyarakat. Apalagi dengan hadirnya teknologi gadget yang membuat dunia berada dalam genggaman. Bagi mereka yang saat ini berada dalam range usia produktif, katakanlah usia 30-an dan 40-an, internet bisa dikatakan melengkapi kebutuhan mereka dalam beraktifitas, berkreasi, dan berproduksi. Dengan ‘kematangan’ pola pikir yang dimiliki, internet mereka olah dan ajak berdampingan untuk dijadikan supporting tool bagi interest mereka. Tapi bagi anak-anak, katakanlah mereka yang berusia di bawah 18 tahun, lain lagi. Mereka yang tengah berada dalam masa pertumbuhan…

  • Work-Life Balance

    Menjadi Leader sekaligus Parent? Hebat!

    Suatu sore saat masih di kantor, saya ditelepon istri dari rumah: “Ayah, Adek susah banget diatur. Di luar kendali. Terpaksa Bunda jewer telinganya. Dia nangis sambil panggil-panggil Ayah. Nanti kalau dia mengadu tolong dukung Bunda yaa…” Maksudnya, istri saya ingin saya satu suara dengannya. Jangan sampai salah satu orang tua menjadi ‘tokoh antagonis’ dan satunya ‘dewa penyelamat’. Harus menjadi satu tim yang solid. So, what should I do then? The meshing of leadership and parenthood Sebagai pekerja kantoran, sudah lumrah apabila saya dan teman-teman sejawat yang lain secara organisasi dikondisikan untuk memiliki kemampuan leadership. Bagi yang memiliki anak buah, leadership berfungsi untuk melakukan people management. Sedangkan bagi yang belum, leadership…

  • Family Time

    Jogging = Investasi

    Permasalahan paling umum yang paling sering dirasakan pegawai kantoran adalah kurang berolah raga. Sama seperti saya. Rutinitas kerja dari berangkat pagi dan pulang malam membuat badan sering terasa lesu. Terasa sekali peredaran darah di tubuh ini tidak lancar. Badan lesu melulu. Saya tahu kalau solusinya adalah olah raga. Cukup jogging, that simple. Cuma bondho sepatu kets, lalu lari ringan keliling komplek perumahan barang setengah jam atau lebih sedikit. Badan berkeringat, jantung dan organ tubuh lainnya tergerak, dan peredaran darah jadi lancar. Jika dilakukan rutin -paling tidak seminggu sekali tiap akhir pekan kalau sibuk kerja jadi alasan- akan berefek cukup baik bagi kesehatan, daripada tidak berolah raga sama sekali. Itu teorinya.…

  • Reflection

    Jangan Salahkan Anak, Jika Mereka Tidak Saleh

    Anak adalah investasi orang tua untuk dunia dan akhirat. Mari kenali kesalahan-kesalahan orang tua dalam mendidik anak yang berakibat fatal terhadap perkembangan anak. Ini adalah sharing dari Rahman Arif, trainer Indonesian Family Inspiration. Menumbuhkan Rasa Takut dan Minder Agar anak berhenti menangis atau tidak rewel, kita sering menakut-nakuti mereka agar berhenti menangis. Kita takuti mereka dengan gambaran hantu, jin, suara menakutkan, dan sebagainya. Dampaknya, anak akan tumbuh menjadi anak yang penakut, tidak percaya diri, dan tidak mandiri. Akhirnya, mereka selalu minta ditemani dan enggan jauh dari orang tua. Entah ke kamar mandi, ke sekolah, atau ke tempat tidur. Padahal hal-hal itu bisa mereka kerjakan sendiri. Membiasakan Anak Bergaya Hidup Mewah…

  • Family Time

    Sabtu Bersama (Alm) Bapak

      “MU gak kiro teko mrene. Nek sampek mrene, Bapak budhalno koen nang Jakarta, Cung…” Saya ingat betul kata demi kata dalam kalimat bahasa Suroboyo-an di atas. Itu ucapan almarhum bapak saya yang artinya: “MU nggak mungkin datang ke sini. Kalau sampai ke sini, Bapak berangkatkan kamu ke Jakarta, Nak…” Sabtu malam itu, saya dan bapak saya sedang berdebat tentang sepak bola sambil menonton pertandingan antara Manchester United (MU) kontra Liverpool di TV. Kebetulan, kami berdua adalah penggemar Liga Inggris. Tapi klub favorit kami berbeda. Saya demen MU, sedangkan bapak saya fanatik Liverpool. Tidak hanya MU dan Liverpool yang sedang bertarung, saya dan bapak saya juga. Saya berandai-andai MU juga datang ke…

  • Reflection

    Panjang Umur itu Enak?

    “Panjang umurnya, panjang umurnya serta mulia…” Lagu itu hampir selalu kita nyanyikan saat kita merayakan hari jadi kita. Setelah itu dilanjutkan dengan berdoa agar kita selalu diberi kesehatan, rezeki, dan –lagi- panjang umur. Saat mendengar kabar seseorang meninggal di usia muda -katakanlah 40 tahun, 25 tahun, bahkan masih balita- hati kita trenyuh. Rasa sesal muncul, mengapa almarhum tidak diberi umur panjang. Tampaknya, panjang umur menjadi idaman semua manusia. Dengan memperoleh kesempatan hidup yang lebih panjang rasanya membuat hidup ini lebih berarti. Saya yakin, setiap orang ingin dianugerahi umur panjang. Tapi benarkah panjang umur adalah segalanya? Ada sebuah wacana. Beberapa tahun lalu ada orang yang diyakini tertua di dunia hasil sensus…

  • Dad's Notes,  Family Time

    Misi Besar di balik Hal Kecil

    Terkadang, kita tidak menyadari ada misi besar tersimpan di balik sebuah hal kecil. Bahkan seringkali yang terasa adalah semuanya bergulir apa adanya sebagai rangkaian rutinitas belaka. Contoh hal kecil itu adalah seperti yang saya rasakan. Dua minggu lalu anak bungsu saya membuka lembaran baru dalam hidupnya: masuk Sekolah Dasar (SD). Khusus hari pertama itu, orang tua dipersilakan menemani putra dan putri mereka bersekolah. Ya, semacam open house. Orang tua bahkan diperbolehkan masuk ruang kelas melihat kegiatan belajar-mengajar. Ini sejalan dengan himbauan resmi pemerintah yang mewajibkan orang tua menemani anak mereka pada hari pertama masuk sekolah. Demikian pula saat para siswa berkumpul di teras kelas untuk menerima pengarahan dari guru dan…

  • Reflection

    Demam Sepak Bola dan Introspeksi

    Waktu terasa begitu cepat berlari. Tak terasa, Piala Eropa edisi 2016 akan segera berakhir dalam hitungan hari. Padahal pergelaran Piala Eropa yang lalu-lalu masih segar dalam ingatan. Bagi penggemar bola seperti saya –dan tentu juga semua bolamania-, pergelaran Piala Eropa sangat dinantikan, selain Piala Dunia. Perhelatan pesta sepak bola terbesar di Eropa yang demamnya dirasakan oleh seluruh dunia itu tak ubahnya sebuah rekreasi, liburan, dan hiburan menyenangkan dan murah meriah. Satu hal yang jelas, apa yang dirasakan para penggemar bola cuma satu, yaitu euforia dan demam sepak bola yang luar biasa. Menikmati atmosfer pertandingan, aksi pemain-pemain top, aksi para fans dengan segala atributnya, pernak-pernik merchandise yang menggemaskan, bahkan desain kostum…

  • Dad's Notes

    Dua Generasi, Zaman Berubah

    Saya teringat masa bertahun-tahun yang lalu saat saya sedang menonton televisi bersama almarhum bapak saya. Saat itu kami sedang menonton acara olah raga yang dipandu oleh rapper Iwa K. Melihat gaya Iwa K, bapak saya protes. “Apa-apaan itu. Coba lihat, membawakan acara kok petingkrangan (gaya sesuka hati). Kaki pake naik sofa segala,” begitu kata bapak saya. Saya pikir wajar kalau bapak saya protes. Yang beliau tahu, seorang host sebuah acara di televisi selalu berpenampilan formal dan parlente, dengan attitude yang dijaga. Contohnya: Koes Hendratmo, Kris Biantoro, Kang Aom, dan sebagainya. Hmm, TVRI banget ya 🙂 Tapi kini, para host di acara televisi maupun off-air didominasi anak-anak muda yang bergaya enerjik,…